Rabu, 26 Oktober 2011

PIMPIN KPK HARUS SIAP HADAPI RISIKO

MEDIA PUBLIK - JAKARTA. Calon pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, mengaku siap menerima segala risiko bila terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satunya, senasib dengan aktivis hak asasi manusia Munir yang meninggal dunia di atas pesawat. "Bukan hanya siap, saya sudah lalui seperti diancam mau dibunuh, pimpin KPK itu harus siap hadapi risiko", kata Bambang saat mendatangi KPK, Selasa (25/10).

Bambang mengatakan, berbagai ancaman maupun tekanan sudah dialaminya sejak memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Bambang mengaku tak akan kaget lagi bila mengalami ancaman serupa. "Sudah biasa sejak di LBH. Risikonya lebih besar di situ," kata Bambang.

Advokat senior Bambang Widjojanto merupakan salah satu sosok yang mendapat banyak simpati publik dan sebagian anggota DPR untuk dicalonkan menjadi pimpinan KPK. Selain menduduki peringkat tertinggi dalam penilaian Panitia Seleksi, dia memang dianggap mampu membawa KPK menjadi lembaga yang kuat, berani, dan adil.

Selain Bambang, terdapat tujuh calon lainnya yang mengikuti ujian makalah tertulis, yakni Yunus Husein, Abdulah Hehamahuwa, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja, dan Aryanto Sutadi. Mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dijadwalkan pada 21 November atau setelah masa reses.

Bambang mengatakan dirinya siap menerima risiko karena berniat baik menjadi pimpinan KPK. "Kami berlomba-lomba untuk kebaikan."

Jika kelak terpilih, lanjutnya, ia berniat akan tetap mengedepankan kesederhanaan. Contohnya, ia tetap akan menggunakan kendaraan umum dari kediamannya di Depok ke kantor KPK, di Jalan Rasuna Said. "Naik ojek dulu baru naik kereta. Naik mobil juga kan macet,". katanya sambil tersenyum.

Mengenai dukungan sejumlah partai politik terhadapnya, ia menolak berkomentar. "Lobi-lobi itu enak kalau dirujak," ucap dia berkelakar.

Bambang mendatangi kantor KPK, Selasa, sekitar pukul 13.10 WIB. Bambang menolak menjelaskan secara rinci tujuannya menemui pimpinan lembaga antikorupsi itu. "Hanya diskusi," kata Bambang.

Bambang tak membantah atau pun membenarkan mengenai kedatangannya yang dikabarkan untuk meminta dukungan pencalonan dirinya sebagai pimpinan KPK. Saat ditanya, lagi-lagi Bambang hanya tersenyum. "Kan boleh datang ke KPK, " ujarnya. "Nanti saya beri tahu ya."

Bambang tetap optimistis bisa terpilih menjadi pimpinan KPK. Ia berjanji akan bekerja serius menuntaskan seluruh kasus-kasus yang sedang berproses di lembaga yang dipimpin Busyro Muqoddas itu.

Salah satunya adalah kasus suap wisma atlet SEA Games, Palembang, kasus pemberian hadiah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, dan kasus aliran dana Bank Century. "Saya akan belajar banyak untuk menyelesaikan kasus ini."

Namun, dia menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada DPR dan publik. Ia tak ingin dirinya menilai kinerja sendiri. "Tetapi optimisme harus tetap ada,". ungkapnya. (alv/team)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar