Rabu, 22 Oktober 2014

Polisi Asal Tembak Tewaskan Warga Dayak Pegunungan Meratus



Mayat Nusri alias Inus di dalam mobil pick up




Tanah Bumbu Kalsel – Media Publik. Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Agustin Teras Narang berdukacita atas meninggalnya Nusri alias Inus (35) pada hari Selasa (21 Oktober 2014), seorang warga adat Dayak Meratus, di Kalimantan Selatan. Nusri diduga terkena tembakan polisi saat mengambil kayu atau rotan dihutan pegunungan Meratus. “Saya turut berdukacita atas meninggalnya seorang warga adat Dayak dan juga sangat prihatin atas terlukanya tiga orang yang lain di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel,” kata Teras Narang, kepada wartawan di Palangkaraya via telepon,  (22/10).

Teras meminta aparatur Kepolisian Kalimantan Selatan untuk segera mengusut tuntas perkara itu sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. "Selaku Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), saya minta kepada warga Dayak se-Kalimantan agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan yang akan memperkeruh suasana, biarkan para penegak hukum bekerja mengusut tuntas pelaku pembunuhan tersebut dan juga menuntut agar pihak perusahaan PT Kodeco Timber dan PT Jhonlin Bratama yang berada di wilayah kejadian itu bertanggung jawab terhadap peristiwa ini." tegas Teras kepada wartawan.

Menurut beberapa pemberitaan bahwa Inus meninggal terkena tembakan di bagian kepala dan perut saat mengambil kayu di hutan pada Selasa (21/10/2014) disaat bertepatan pihak Kepolisian dalam operasi penertiban penebangan kayu ilegal di Kecamatan Mentewei, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Operasi itu dilakukan oleh jajaran Polres Tanah Bumbu dengan melibatkan 35 personel. "Saya selaku Presiden MADN mendesak kepada pemerintah pusat untuk menuntaskan masalah hak adat, tanah adat, hutan adat, serta hak-hak adat di atas tanah adat sehingga menghindari konflik dan terciptanya kepastian hukum bagi semua pihak," ujar Teras, yang juga Gubernur Kalimantan Tengah.

Hasil investigasi kelapangan dan informasi yang didapat bahwa telah terjadi Penembakan terhadap Warga MHA Malinau Loksado yang bernama Nusri (35 Tahun) sekitar Jam 22.00 wita tadi malam 21 Oktober 2014, ucap Ipriani Suleman Al Kaderi.

Menurut Ipriani Suleman Al Kaderi, Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN) ini bahwa meninggalnya Inus tersebut diakibatkan prilaku oleh beberapa anggota Brimob serta Anggota Kepolisian Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang melakukan penembakan secara brutal dan membabi buta disaat Nusri alias Inus sepulang dari bekerja mengambil rotan di hutan pegunungan Meratus dan mayatnya baru di evakuasi sekitar jam 10:00 wita 22 Oktober 2014 . Ujarnya.

Informasi yang kami dapat pula bahwa pihak Kepolisian yang melakukan penembakan terhadap Inus dan kawan-kawan tersebut secara membabi buta dalam jarak kurang dari 30 meter dan tanpa alasan yang jelas disaat warga Dayak ini pulang bekerja mencari rotan di hutan pegunungan Meratus, serta diduga kuat para aparat yang menembaki Inus dan kawan-kawan ini membekingi Perusahaan PT Kodeco Timber dan PT Jhonlin Bratama, ucap Ipri.

“Disaat para warga Dayak pegunungan Meratus pulang dari kerja mencari rotan di hutan pegunungan Meratus tiba-tiba mereka dalam perjalanan dihadang oleh lebih dari tiga puluh anggota Kepolisian Polres Tanah Bumbu bersenjata api laras panjang dan tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu puluhan anggota Polisi tersebut langsung membrondung tembakan membabi buta kearah Nusri dan kawan-kawan, dan pada akhirnya Nusri terkena tembakan mengakibatkan dirinya tewas seketika”.

Lebih lanjut Ipriani menuturkan bahwa diantara sekitar sepuluh warga Dayak Meratus yang berada di dalam mobil pick up tersebut Nusrilah yang terkena tembakan dibagian Kepala dan Perut sehingga Korban Meninggal Dunia. Ketika itu Nusri yang membawa mobil tersebut dan tempat kejadian perkara berada diwilayah Desa Batu Raya, Kecamatan Mentewi, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Tegas Aktivis berambut gondrong ini. 

Kejadian pembunuhan masyarakat adat ini berpotensi terus terulang, terlebih hingga kini belum ada payung hukum setingkat Undang Undang (UU) yang memberikan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. Pemerintah dan DPR periode 2009-2014 telah gagal mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA) menjadi UU dan mudah-mudahan payung hukum tersebut bisa disahkan oleh DPR RI di tahun 2015 ini, ujar Ipri.

Kita sangat berharap pihak berwajib menuntaskan kasus ini dan jangan sampai menanganannya tajam kebawah tumpul keatas agar hukum tidak pandang bulu dan benar-benar ditegakkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini siapapun pelaku dan actor intelektualnya wajib diadili agar keadilan benar-benar ditegakkan di bumi Borneo ini, ucap Ipriani dengan nada keras kepada wartawan Media Publik.

Senada dengan Wakil Sekjen LEKEM KALIMANTAN, Fauzi Noor yang merupakan Direktur Koalisi Lintas LSM Kalimantan Selatan menegaskan bahwa tindakan semena-mena oknum Polisi Tanah Bumbu ini merupakan sebuah presiden buruk bagi penegak hukum yang seharusnya melindungi dan mengayumi masyarakat, bukan sebaliknya memusuhi masyarakat, ucapnya.

Meninggalnya seorang warga Dayak ini merupakan tindakan yang jelas-jelas sangat mencederai institusi Kepolisian itu sendiri dan para oknum yang melakukan menembakan ini harus benar-benar diadili seadil-adilnya dan harus lepas baju dari kedinasan instansi Kepolisian itu sendiri, jika ingin Polisi di CAP sebagai institusi mengayumi dan melindungi masyarakat, pungkas Fauzi Noor. (TIM)

Senin, 07 Juli 2014

PT. BORNEO INDOBARA ( BIB ) SEROBOT LAHAN MASYARAKAT SEBAMBAN BARU



BERITA MEDIA PUBLIK_TANAH BUMBU. PT. Borneo Indobara (BIB) yang merupakan anak perusahan PT. Sinar Mas Group yang bergerak dibidang pertambangan batubara melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, menggarap dan melakukan kegiatan pertambangan tanpa ijin pemilik hak atas tanah di atasnya.

Menurut Derektur Eksekutif LEKEM Kalimantan, Aspihani Ideris, S.AP, SH, MH menuturkan hasil investigasi Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN) beberapa yang lalu ke lapangan bahwa benar sekali H.Rustam adalah salah satu warga masyarakat Sebamban Baru, pemilik hak atas tanah yang lahan miliknya seluas 500Ha diserobot dan digarap oleh PT. Borneo Indobara (BIB) tanpa ijin.

Informasi yang kami dapat bahwa kegiatan penambangan yang telah dilakukan oleh PT. Borneo Indobara (BIB) ini telah berlangsung selama enam bulan lebih, hanya negosiasi dan perundingan belaka yang didapat tanpa ada penyelesaian yang berarti, sedangkan aktifitas produksi tambang batubara tetap keluar, tanah warga hancur, hak masyarakat diabaikan dan ini sama dengan perampasan terorganisir, ”Kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT.Borneo Indobara (BIB) didalam konsensi PKP2B PT. BIB sendiri, dan sangat jelas lahan tersebut milik H. Rustam”, ujarnya.

Selain itupula kami sangat mempertanyakan keterlibatan aparat TNI atau oknum Militer dalam hal ini juga harus menjadi perhatian serius dan perlu dipertanyakan, bicara sebagai pengamanan sah-sah aja tapi dalam batas kewajaran, mereka juga harus tahu fungsi dan tugas mereka sebenarnya, kalo mereka melindungi perusahan untuk berbuat kejahatan dan menindas rakyat, itu sangat tidak dibenarkan, karena kita tahu semua tugas dari TNI itu mengamankan Negara bukan pengamankan perusahaan dan semua ada aturan dan juknis serta prosedur nya tidak sembarangan, sangat aneh dan ajaib sekali kalau ternyata militer menjadi “SATPAM” mengawal orang sipil dan usaha bisnis swasta, dan jelas sekali indikasinya ada semacam komando dan relasi kerja”, pungkas Advokad muda ini.

H. Rustam ketika ditemui dirumahnya menyampaikan dan membenarkan atas kejadian yang terjadi selama ini yang dilakukan PT.BIB terhadap hak milik atas tanah lahannya,” PT.BIB telah mengerjakan lahan saya pa, dan mereka tahu, mereka mau membuang disposal saja minta ijin saya,giliran garap tanah saya dan sudah berproduksi batubara nya tidak mengeluarkan hak saya, itu kan sama juga maling, bahkan kurang lebih 4.000 batang pohon Kelapa Sawit yang saya tanam sendiri dilahan saya habis digusur dan dirobohkan tanpa ganti rugi, tapi hanya janji janji belaka”.

Lebih lanjut H Rustam menjelaskan”Ini pa, dasar pengelolaan hak milik atas tanah tersebut, saya mengelola dan menggarap tanah tersebut sebelum HPH Jayanti dan saya merasa sangat aneh saat ini berubah menjadi HPH Hutan Rindang Banua (HRB)”, seraya memperlihatkan beberapa dukument lama yang dimilikinya kepada beberapa wartawan.

Dijelaskannya juga bahwa beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 26 Maret 2014 saya pernah mendatangi kantor PT. Borneo Indobara (BIB) di Angsana dan disana saya ditemui oleh legal PT. Borneo Indobara (BIB) saudara Anton, chips keamanan dan security Altisto, Letda Baisori dari TNI-AD Yonif Rindam 621 Barabai, setelah itu juga mereka ke rumah saya pa sekitar bulan Mei dan bulan Juni dengan tujuan kata mereka mau bersilaturrahmi dan menyelesaikan masalah lahan milik saya yang digarap oleh PT. Borneo Indobara (BIB), dalam pertemuan tersebut mereka sudah menawar harga royalti dan ganti rugi pohon sawit yang sudah dirobohkan, tapi jujur sampai hari ini dan detik ini tidak ada tindak lanjutnya, melaikan hanya janji palsu. (Fathur)

Selasa, 01 Juli 2014






Media Publik Tanbu - Hasil investigasi di lapangan telah di temukan Sepanduk berlogo Dinas Tanah Bumbu Tim Relawan dan Posko Kemenagan Jokowi-JK di daerah Kecamatan Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan (23/03/2014).

Menurut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD TANBU) H.M. Alpiya R, bahwa temuan itu sudah di laporkan ke Panwaslu dan Banwaslu setempat, tinggal tunggu gimana menyingkapinya menerangkan kepada Media Publik.

Dan Gardu Prabowo di Tanah Bumbu sangat kecewa, bahwa Logo berlambang Dinas haruslah netral jangan di bawa-bawa kempanye, ini sudah mencerminkan tidak baik di mata masyarakat dan di publik, bahwa Dinas sudah tahu aturan Pemilu kata Humas Gardu Prabowo Tanah Bumbu.

Sedangkan Ketua LSM LEKEM KALIMANTAN (Lembabaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan) Aspihani Ideris, dan Humas GN-PK Tanbu Fathur Rahman (Gerakan Nasional Pemberantas Korupsi) dalam tulisannya seraya mengatakan orang-orang Dinas Tanah Bumbu tidak pintar. “Padahal kalau pintar itu...Dinas Tanah Bumbu  itu beri aja duitnya ke tim. Biar tim lancar dan sukses "ujarnya" (TIM)



Media Publik Tanbu - Berlangsung kampanye akbar Partai Gerindra di Lapangan Kresik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, minggu pukul 13.00 sampai 17.00, (23/3/2014)
 
          Partai kepala garuda itu menggelar kampanye akbar sekaligus mengenalkan caleg-calegnya baik DPRD Kabupaten/Provinsi/DPR RI. Acara tersebut dihibur oleh 3 artis Jakarta dan 3 artis lokal dengan alunan musik dangdut. Hampir empat ribuan massa Gerindra memenuhi lapangan yang penuh padat massa pendukung Merah Putih.
 
          Tampil sebagai juru kampanye adalah Kepala DPC Partai Gerindra Kabupaten Tanbu yang juga Wabup Tanbu, Drs Difriadi Darjat, H Syahrani Mataja (mantan Bupati Kotabaru) yang juga Caleg DPR RI Dapil II No. Urut 1 mencakup Kotabaru, Tanbu, Tala, Banjarbaru, Banjarmasin. H Yudhi Wahyuni (mantan Walikota Banjarmasin) yang juga Caleg DPR RI Dapil II No. Urut 2. Dan H Syamsul Bahri, Caleg DPR RI Dapil II No. Urut 3.
 
          Menurut Difriadi Darjat dalam orasinya bahwa masa depan bangsa dan Tanah Bumbu ada di tangan rakyat. “Jangan sampai membeli kucing dalam karung. Jangan melihat nilai isinya, kader-kader Gerindra dan simpatisannya tidak boleh terpengaruh politik uang”.
 
          Demikian juga yang disampaikan Syahrani Mataja. ”Jangan sampai salah pilih dan salah tusuk, sebab itu akan dianggap tidak sah oleh panitia. Apalagi golput. Prabowo tidak melihat kota, Prabowo melihat desa. Untuk itu program Gerindra 1 desa 1 milyar,” ujarnya sambil meneriakkan yel-yel,”Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Indonesia Bangkit..!!!”

          Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalsel, Prof H Abidin. “Alhamdulillah Kalsel kondusif dan aman-aman saja,” bebernya yang dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi cara menusuk pilihan yang benar pada surat suara di TPS nanti. “Dengan mengucap Bismilahirrahmanirrahim saya tusuk GERINDRA,” serunya disambut teriakan massa, 






"Hidup Merah Putih ...!!! ”Hidup Gerindra …!!! Hidup Prabowo…!!!”. (TIM)
Hari 3 Aksi Simpatik Sahabat Prabowo di depan Sekretariat DPD GARDU Prabowo Kec.Satui
  " HEBOH SE-INDONESIA " 





" AKTIVITAS MARKAS GARDU PRABOWO DI SATUI MERIAH "





Sabtu, 28 Juni 2014

PRABOWO SUBIANTO BERSAMA TITIEK SOEHARTO AKAN KAMPANYE DI BALI

Media Publik. Capres Nomor Urut 1 Prabowo Subianto akan menggelar kampanye akbar di Bali. Sedikitnya 70 ribu massa diprediksi akan hadir pada acara yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar itu.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Wilayah Bali, I Ketut Sudikerta menuturkan, kampanye akbar ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional.

"Di antaranya Aburizal Bakrie, Idrus Marham, Marzuki Alie, Syarif Hasan, Titiek Soeharto dan sejumlah tokoh nasional lainnya," kata Sudikerta di Denpasar, hari ini Sabtu (28/6/2014).

Sudikerta yakin bahwa pasangan capres-cawapres yang didukungnya akan memenangkan Pilpres 9 Juli mendatang. Apalagi melihat dukungan bagi Prabowo-Hatta yang menurutnya terus meluas dari hari ke hari.

"Persiapan sudah beres. Acara digelar pukul 14.00 Wita. Dan kami yakin target 55 persen suara untuk Prabowo-Hatta tidak meleset," tegas dia.

Menurut Sudikerta, dukungan dari berbagai masyarakat luas itu menunjukkan bahwa Prabowo memang dikehendaki masyarakat untuk memimpin Indonesia ke depan.

Pada saat hampir bersamaan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa (Jaman) menggelar aksi galang dukungan 1 juta tanda tangan untuk pasangan Prabowo-Hatta di Bunderan Patur Catur Muka, Denpasar.

Koordinator Presidium Nasional Jaman, Bahtera Banong  mengatakan, aksi menggalang 1 juta tanda tangan itu dilakukan serentak di 24 provinsi, termasuk di Bali.

"Tujuan kami adalah pemilih di kampus dan pemilu pemula. Satu kampus target kami 50 mahasiswa," ujar Bahtera. (Riz)

Denpasar - Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto akan menggelar kampanye akbar di Bali. Sedikitnya 70 ribu massa diprediksi akan hadir pada acara yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar itu.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Wilayah Bali, I Ketut Sudikerta menuturkan, kampanye akbar ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional.

"Di antaranya Aburizal Bakrie, Idrus Marham, Marzuki Alie, Syarif Hasan, Titiek Soeharto dan sejumlah tokoh nasional lainnya," kata Sudikerta di Denpasar, Sabtu (28/6/2014).

Sudikerta yakin bahwa pasangan capres-cawapres yang didukungnya akan memenangkan Pilpres 9 Juli mendatang. Apalagi melihat dukungan bagi Prabowo-Hatta yang menurutnya terus meluas dari hari ke hari.

"Persiapan sudah beres. Acara digelar pukul 14.00 Wita. Dan kami yakin target 55 persen suara untuk Prabowo-Hatta tidak meleset," tegas dia.

Menurut Sudikerta, dukungan dari berbagai masyarakat luas itu menunjukkan bahwa Prabowo memang dikehendaki masyarakat untuk memimpin Indonesia ke depan.

Pada saat hampir bersamaan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa (Jaman) menggelar aksi galang dukungan 1 juta tanda tangan untuk pasangan Prabowo-Hatta di Bunderan Patur Catur Muka, Denpasar.

Koordinator Presidium Nasional Jaman, Bahtera Banong  mengatakan, aksi menggalang 1 juta tanda tangan itu dilakukan serentak di 24 provinsi, termasuk di Bali.

"Tujuan kami adalah pemilih di kampus dan pemilu pemula. Satu kampus target kami 50 mahasiswa," ujar Bahtera. (Riz) - See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2070052/prabowo-kampanye-akbar-bersama-mantan-istri-di-bali#sthash.zawb4P0P.dpuf