Kamis, 08 Januari 2015

PAMBAKAL LOK BUNTAR LAPORKAN WARGA ANCAM KESELAMATANNYA

BERITA MEDIA PUBLIK - BANJAR. Guna meminta perlindungan terhadap keselamatan jiwa seoran Pambakal (Kepala Desa) Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Selasa 6 Januari 2015 Kusairi bin Murhan melaporakan kasus tersebut ke kantor Polsek Sungai Tabuk.

Dalam pelaporan tersebut Pambakal Lok Buntar di dampingi TIM Pengacaranya dari LBH LEKEM KALIMANTAN beserta para Ketua-ketua Rukun Tetangga, Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) dan para Kepala Urusan (KAUR) Desa Lok Buntar.

Menurut Kusairi bahwa dia melaporkan kasus ini dikarenakan jiwa dan kehormatannya sebagai Kepala Desa Lok Buntar terancam oleh sekelompok orang, yaitu saudara Basran, Kaspul Anwar, Murjani, Abdurrahman dan saudara Tarmiji.

Kronologis kejadiannya pada saat Kusairi membuka Kantor Desa atau yang disebut Balai Desa dan melaksanakan rapat desa beserta jajarannya pada hari Senin (5/1) tiba-tiba dalam sekelompok orang tersebut diatas datang meminta rapat dibubarkan dengan mengeluarkan suara sangat tidak menyenangkan dan mengobrak abrik kantor, dan tidak berselang lama juga mengancam dengan mengeluarkan sepucuk keris dengan tujuan ingin membunuh Pambakal Desa Lok Buntar, katanya.

Minggu, 04 Januari 2015

PKB Minta Kemendagri Tak Urusi Desa

MEDIA PUBLIK. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) konsisten dalam menerapkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Sebab sampai saat ini masih ada tumpang tindih antara Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ketua DPP PKB Malik Haramain menganggap tetap akan terjadi masalah selama yang mengurusi desa adalah dua kementerian. Dia meminta Kemendagri lepas tangan mengurusi desa lantaran Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi sudah dibentuk.

"Di UU 6 Pasal 112 itu disebutkan bahwa urusan desa itu Kemendagri. Tapi kan itu sebelum Kementerian Desa dan PDT dibentuk. Di mana-mana yang namanya UU itu mesti mengatakan urusan yang berkaitan dengan UU itu diurus oleh kementerian terkait," kata Malik di Kantor PKB, Jakarta Pusat, Minggu (4/1).

Menurutnya jika Kemendagri tetap mengurusi desa, maka percuma Jokowi-JK membuat Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi. Jika ini dibiarkan dia menilai akan terjadi tumpang tindih, baik kebijakan dan administrasi.

"Nanti pasti ada overlap deh. Satu sisi desa diurus oleh Kemendagri, satu sisi desa diurus oleh Kementerian Desa. Pasti ada masalah," tegas Anggota Komisi II DPR RI ini.

Malik mencontohkan beberapa masalah yang bisa timbul saat dua kementerian mengurusi desa. "Misalkan tentang urusan administrasi desa yang kemudian mau diurus oleh Kemendagri. Tapi programnya diurus Kementerian Desa, kan tetap saja kemudian laporan pertanggungjawaban, pengelolaan uang, pengelolaan program itu ke fungsi-fungsi administrasi," jelasnya.

Menurutnya, agar program yang dilaksanakan di desa dapat berjalan dengan baik dan fokus sebaiknya diserahkan kepada satu kementerian, yaitu Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi. Sehingga kebijakan, pelaksanaan program dan tanggung jawab terpusat. (TIM)

Sea Hawk milik Amerika Serikat bawa 3 Jenazah Korban AirAsia QZ8501

MEDIA PUBLIK - KALTIM. Tiga kantong jenazah kembali di kirim ke Lanud Iskandar di Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ketiga jenazah yang ditemukan Kapal Onami milik Jepang ini dibawa menggunakan helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat.

Pantauan merdeka.com, Minggu (4/1), ketiga jenazah datang sekitar pukul 14.50 WIB. Mereka langsung dimasukkan mobil ambulans guna dipetikan di RSUD Sultan Imanuddin.

Bersama dengan itu ada dua koper hitam milik penumpang AirAsia QZ8501 yang juga berhasil dievakuasi. Koper tersebut dimasukkan kantong jenazah dan di simpan di ruang yang telah disediakan Basarnas.

"Ini isinya koper, jumlahnya dua. Warnanya hitam semua," ujar salah satu penjaga tempat penyimpanan puing pesawat AirAsia di Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah.

Hingga saat ini, total telah ada 33 jenazah yang dievakuasi ke Pangkalanbun. 30 Jenazah di antaranya telah dievakuasi ke Surabaya, dan 3 jenazah yang baru saja datang ini akan diterbangkan sore ini.

Sebelumnya diketahui, tim SAR gabungan kembali menemukan tiga jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Jenazah tersebut ditemukan oleh kapal Onami bantuan dari Jepang.

"Itu informasi barusan dari kapal Jepang menemukan 3 jenazah," kata Pilot helikopter Super Puma Mayor Suryo di Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah. (TIM)

Sabtu, 03 Januari 2015

30 JENAZAH KORBAN PESAWAT AIR ASIA QZ 8501 SUDAH DITEMUKAN


 
Media Publik - Pangkalan Bun/ Kalteng. Air Asia QZ 8501 terkait evakuasi korban terus berlanjut. 30 jenazah korban sudah ditemukan pada Sabtu (3/1) ini dengan rincian 17 jenazah laki-laki dan 13 jenazah perempuan dari 162 jenazah yang diperkirakan meninggal dalam kecelakaan Air Asia QZ 8501 . Dengan demikian, hingga hari kedelapan pencarian, sudah 30 jasad korban AirAsia yang didapatkan. Akan halnya badan pesawat,  tenggelam di dasar perairan Teluk Kumai.

Penemuan 30 jenazah korban Air Asia QZ 8501 ini dilakukan oleh Kapal USS Samson milik Amerika Serikat. Delapan di antaranya sudah diangkut oleh Helikopter UH60 Black Hawk sejak Jumat siang menuju RS Sultan Imanudin Pangkalan Bun. Akan halnya empat sisanya masih berada di kapal tersebut.

Disampaikan oleh Direktur Operasional SAR Posko Pangkalan Bun, Marsekal Pertama Supriyadi kepada beberapa wartawan, “(Jenazah) Yang sudah terkirim 18 jenazah (ke Surabaya), yang ada di sini (Pangkalan Bun) 12 (jasad), di kapal (USS Sampson milik AS-red) empat. Jadi total ada 30 (jenazah-red).”

Sementara itu, di mana bangkai pesawat Air Asia QZ8501 bisa dipastikan. Menurut Supriyadi, pesawat nahas itu jatuh di perairan Teluk Kumai. Serpihan pesawat dan jasad korban terbawa arus ke arah timur.

“Memang pesawat AirAsia jatuh di perairan Teluk Kumai di mana serpihan puing barang termasuk korban hanyut ke sebelah timur,” tuturnya seperti dikutip CNN Indonesia.

Sejak Jumat (2/1), Kepala Basarnas FH Bambang Soelistyo sudah menginstruksikan pencarian serpihan pesawat dan jasad korban dalam areal yang lebih kecil daripada hari-hari sebelumnya.

Jika pada hari ketiga masih ada 13 sektor pencarian, maka areal itu terus dipersempit. Terakhir, luas daerah pencarian mencapai 1.545 mil. Basarnas mengerahkan kapal berteknologi sonar untuk cakupan wilayah tersebut.

Pencarian tidak kenal lelah terus dilakukan Basarnas dengan bantuan berbagai pihak. Hingga kini juga belum terungkap penyebab kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh pada Minggu (28/12) dengan membawa 162 orang, 155 di antaranya penumpang. (TIM)

Rabu, 31 Desember 2014

PDIP DAN PPP USUNG SAHATI DALAM PILKADA KOTIM 2015


SAHATI : Pasangan Bupati-Wakil Bupati Kotim Supian Hadi-Taufiq Mukri (SAHATI) saat berada di sebuah acara daerah. Bupati petahana ini memastikan diri maju lagi dalam pemilu kada 2015 kelak lewat perahu PDIP.



SAHATI : Pasangan Bupati-Wakil Bupati Kotim Supian Hadi-Taufiq Mukri (SAHATI) saat berada di sebuah acara daerah. Bupati petahana ini memastikan diri maju lagi dalam pemilu kada 2015 kelak lewat perahu PDIP. 
 
MEDIA PUBLIK- KOTIM. Supian Hadi menyatakan, dia adalah kader PDIP sehingga akan menjadikan partai berlambang banteng moncong putih ini sebagai kendaraan politiknya untuk maju kembali menjadi bupati Kotim pada 2015 mendatang. “Saya tidak perlu memikirkan partai karena saya tetap di PDI Perjuangan,” tegasnya, Selasa (30/12).

Dalam kesempatan tersebut Supian tetap komit akan menggandeng Taufiq Mukri, yang juga ketua PPP Kotim, untuk kembali menjadi wakilnya kelak. “Bagaimana pun kami tetap sepakat (dengan Taufiq), ” imbuh dia.

Walaupun demikian, yakni Supian Hadi yang juga ketua Dewan Pertimbangan PDIP Kotim dan Taufiq nakhoda partai kabah, pasangan bupati-wakil bupati petahana  yang biasa didisebut pasangan SAHATI ini tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan para pengurus sejumlah partai politik lainnya.

“Komunikasi dengan partai politik terus jalan. Hubungan dengan beberapa partai politik tidak terganggu. Mau yang dukung atau tidak dukung sekalipun komunikasi tetap baik karena  untuk mendukung pembangunan Kotim.”

Jelang pemilu kada 2015 Supian, tidak malu-malu mengungkapkan ketersediaanya kembali mencalonkan diri untuk memimpin Kotim.

“Jadi saya tidak ingin mengatakan bahasa politik, seperti melihat keadaan, saya tidak ingin maju. Orang pilitik saya tahu kok berbicara seperti itu, saya tidak mau menutup-nutupi. Buat apa menutup-nutupi sehingga dengan terbuka, masyarakat juga terbuka untuk menilai kita. Di mana sisi kekurangan bisa diperbaiki,” katanya.

Supian tidak akan terpengaruh dengan adanya isu yang dapat mengganggu pencalonannya pada 2015 nanti. Dia beranggapan kabar tersebut wajar  sebagai pertarungan politik. Pada intinya, dia akan terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat Kotim. (TIM)

Senin, 29 Desember 2014

PULUHAN DESA DI MUARA TEWEH TERENDAM BANJIR

BANJIR MUSIMAN : Sejumlah kendaraan melintas di jalan yang terendam banjir, kemarin. Puluhan desa di tepian DAS Barito mulai terendam akibat luapan air Sungai Barito.  


MEDIA PUBLIK - MUARA TEWEH. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat DAS Barito dan sejumlah sungai kecil meluap. Akibatnya, puluhan desa yang berada di tepian DAS Barito di Kabupaten Barito Utara (Barut) terendam. Sejumlah kendaraan melintas di jalan yang terendam banjir, kemarin. Puluhan desa di tepian DAS Barito mulai terendam akibat luapan air Sungai Barito.

Pantauan wartawan pada Minggu (28/12) pagi, banjir mulai merendam ratusan rumah warga yang berada di dataran rendah seperti di kawasan pemukiman padat penduduk dalam kota Muara Teweh. Di antaranya Jalan Merak, Dahlia, sebagian Jalan Cempaka Putih, Jalan Mawar, Jalan Panglima Batur, dan di Kelurahan Jambu, dengan ketingiaan air mencapai 50-60 cm. Sedangkan di Jalan Imam Bonjol Muara Teweh ketinggian air mencapai 60-70 cm. Warga yang rumahnya terendam banjir mulai bersiap untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Sementara warga yang rumahnya bertingkat lebih memilih bertahan. 

“Sepertinya air terus naik, tadi pagi baru sebatas teras rumah, sekarang sudah masuk ke dalam rumah, kita mulai mengantisipasi dengan membuat panggung di dalam rumah,” kata Bani, warga Jalan Sengaji Hulu Muara Teweh, Minggu (28/12).

Lantaran kawasan tempat tinggal terendam, warga terpaksa mengunakan jasa getek atau perahu jika akan beraktivitas keluar rumah.  Selain Bani, warga Sengaji Hulu lainnya, Rudi  mengatakan, apabila debit air Sungai Barito terus meninggi, dapat dipastikan dalam kurun waktu satu hari saja, puluhan rumah di daerahnya akan terendam banjir termasuk jalan.  Sementara itu, salah seorang warga Jalan Imam Bonjol Rasidah menerangkan, air sudah menggenangi rumahnya sejak tadi malam hingga 10 cm.

Banjir kiriman
Secara terpisah, Wakil Bupati Barito Utara Ompie Herby meminta masyarakat di pesisir Barito terutama di daerah rendah agar mewaspadai bajir di akhir Desember  ini.

Menurutnya, luapan sungai tersebut selain curah hujan tinggi juga  hasil kiriman dari Kabupaten Murung Raya yang merupakan hulu Sungai Barito.

Ia menambahkan, hal yang paling penting adalah meningkatkan kewaspadaan akibat luapan air. (TIM)

Kabupaten Seruyan Kekurangan Tenaga Apoteker


MEDIA PUBLIK - KALTENG. Jumlah tenaga apoteker di Kabupaten Seruyan masih sangat minim. Akibatnya pengawasan dan pelayanan obat-obatan menjadi tidak maksimal. Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang.

“Tenaga apoteker masih sangat kurang, seperti asisten apoteker di rumah sakit kita ini tidak ada,” kata Kepala Apoteker Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Seruyan Rika Hajianty.

Ia menyatakan, untuk rumah sakit paling tidak mempunyai tiga orang tenaga apoteker yang akan mengelola obat-obatan, baik untuk gudang obat maupun apotik rumah sakit.

“Karena tenaga apoteker masih kurang, maka untuk pelayanan obat di RSUD dibantu oleh petugas non farmasi yang berasal dari instalasi sebanyak sembilan orang dengan memberlakukan sistem shift,” katanya.

Ia menambahkan, kurangnya tenaga apoteker menyebabkan pengelolaan obat menjadi tidak maksimal. Hingga kini ada banyak obat-obatan kedaluwarsa yang masih tersimpan dalam satu tempat. Bahkan pelayanan obat untuk pasien menjadi lamban dan sering terjadi kekosongan karena tidak terdata dengan baik.

“Harusnya memang ada petugas khusus yang mengelola apotik dan gudang obat,” katanya.

Menurutnya, kurangnya tenaga farmasi di rumah sakit ini sudah pernah disampaikan kepada pemerintah setempat agar dilakukan pengajuan formasi dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Pada penerimaan CPNS kemarin memang ada formasi untuk asisten apoteker tapi tidak ditempatkan di rumah sakit, tapi ditempatkan di kecamatan. Padahal kita juga sangat memerlukan tenaga apoteker,” katanya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, diharuskan setiap pelayanan obat harus ada apoteker, akan tetapi hal itu tak kunjung terpenuhi sejak berdirinya RSUD di Kuala Pembuang.(TIM)