Jumat, 29 Juli 2011

MASYARAKAT KELUHKAN PDAM

MEDIA PUBLIK-SINGKAWANG. Air ledeng Singkawang kembali dikeluhkan warga. Seperti yang diutarakan Hendi, warga Kelurahan Tengah. Beberapa pekan terakhir, air di rumahnya tak mengalir.“Sulit memperoleh air bersih. Disedot pun susah keluar, apalagi lancar tanpa ada mesin,” katanya, kemarin.Dia minta kepada PDAM Kota Singkawang untuk membenahi diri. “Sudah sejak lama persoalan air bersih ini terungkap. Selama itu pula, tak ada pihak yang mampu mengatasi persoalan. Apakah persoalan air bersih ini benar-benar sulit diatasi. Setiap pergantian direktur pun tak mampu mengatasi persoalan air,” katanya.

“Jangankan untuk menambah pelanggan baru, pelanggan lama saja tak bisa dilayani dengan baik. Perlu diaudit sebenarnya. Apakah ada faktor kesengajaan atau lainnya,” katanya kesal.

Hal yang sama juga diakui sebuah bengkel mobil di Jalan Alianyang Singkawang. Sejak beberapa pekan mengalami kesulitan air. “Airnya tak mengalir. Tak tahu juga kenapa,” katanya. Dia sendiri tak pernah menelpon atau menanyakan kondisi air. “Tak pernah, karena sudah terbiasa,” kata dia.

Sementara itu, Direktur PDAM Gunung Poteng Singkawang, Kristina Killin mengakui, debit air saat ini menurun dratis. PDAM, diakuinya, hanya mengandalkan dua sumber air yakni Seluang dan Tirtayasa. Seluang, diakui Killin, Seluang terpasang 50 liter perdetik. Tapi, sekarang hanya masuk ke IPA (instalasi pengelolaan air) hanya sepuluh liter perdetik.

“Itu pun butuh waktu 5-6 jam setelah mesin dihidupkan,” kata Killin. Mantan Ketua STIE Mulia Singkawang dan Direktur PDAM Sanggau ini menyebutkan, untuk Tirtayasa terpasang 45 liter perdetik dan sampai ke IPA tidak sampai sebanyak itu.
“Total dari dua sumber kita itu hanya 45-50 liter perdetik sampai ke IPA. Padahal, pelanggan kita 12 ribu,” kata dia. Guna mengatasi persoalan ini, solusinya adalah membuat blok atau membagi tiga zona. Tiga zona ini, digilir mengalirnya.

“Bila zona A nyala, berarti zona B dan C tak mengalir. Seterusnya seperti itu,” kata dia. Dia minta kepada pelanggan untuk memahami kondisi PDAM saat ini dan minta berhemat dalam penggunaan air bersih. Menyangkut kesulitan air di Sedau, Singkawang Selatan, Killin mengakui, ada dua pengelolaan air di wilayah tersebut yakni PDAM dan Banmus.

“Banmus ini dulu dibangun oleh Dinas PU dan pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat. Kalau kita pastilah menggunakan tarif resmi. Kalau Banmus hanya dikenakan perrumah,” kata dia. Dia sendiri ingin menyelesaikan masalah antara PDAM dengan Banmus yang dikomandani oleh dinas teknis. “Kita harus sama-sama duduk satu meja menyelesaikannya. Nanti, akan kita bentuk tim untuk singronisasi jumlah pelanggan. Tim nanti akan di SK-kan wali kota,” kata dia. Diakui Killin, banyak masyarakat yang mengaku sebagai pelanggan Banmus. “Catatan kita pelanggan disana mencapai 500 pelanggan. Yang hanya aktif membayar ke kita (PDAM) hanya delapan pelanggan saja. Selebihnya tak membayar. Apakah mereka membayar ke Banmus atau tidak kita tak tahu,” kata Killin. (Ayef S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar