Jumat, 29 Juli 2011

BANDARA ENTIKONG SEGERA DIBANGUN

MEDIA PUBLIK-PONTIANAK. Rencana pembangunan bandar udara di Entikong sepertinya terlaksana. Pada 28 Agustus rencananya Wakil Presiden Budiono meletakan batu pertama pembangunannya. “Rencananya Pak Wakil Presiden yang meletakkan batu pertama pembangunan bandara di Entikong,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Kalbar Santiyoso Tio, Jumat (29/7) kepada wartawan Media Publik.

Dia mengatakan, pembangunan bandara tersebut sebagai bagian dari realisasi kawasan Bandar Entikong Jaya. Bandara dinilai perlu segera dibangun untuk memulai pembangunan fasilitas lainnya. “Kalau tidak dimulai sulit yang lainnya dibangun. Harus dimulai dulu,” ujarnya.

Kawasan Bandar Entikong Jaya telah disiapkan seluas lima ribu hektar. Selain pelabuhan darat dengan luas 15 hektar, kawasan ini juga akan dilengkapi bandara. Bandara sendiri telah disiapkan lokasinya, di antara Dusun Semeng, Entikong dengan Dusun Engkahan, Sekayam Kabupaten Sanggau. Dari Entikong ke bandara jaraknya sekitar 12 kilometer.

Kadin yang menaungi pebisnis, kata Santiyoso, tentu berprinsip laiknya pedagang. Jika mau berdagang apa pun yang ada harus digelar dulu. Karena dengan memulai, walau sedikit akan menjadi penyemangat untuk sesuatu yang lebih besar. Jika menunggu semuanya tersedia, menurutnya, Bandar Entikong Jaya sulit terealisasi.

“Seperti pedagang, seadanya itu yang digelar dulu. Walau hanya dengan pondok, yang penting jualan, nanti baru pelan-pelan dengan sendirinya maju. Begitu juga dengan Bandar Entikong Jaya ini, harus dimulai dulu. Kali ini kita mulai dengan bandara,” ungkapnya. Bandar Entikong Jaya juga dilengkapi dengan pembangkit listrik, industri bauksit, crude palm oil, crumb rubber, batubara, dan lainnya.

Informasi yang dihimpun Pontianak Post, di kawasan itu terdiri dari enam bagian dan telah dibuatkan perencanaaan yang terdiri dari ; inland port, kawasan hijau atau rekreasi alam, kawasan industri, kawasan pergudangan, kawasan niaga, dan perumahan.
Namun Santiyoso belum dapat memastikan kehadiran Wakil Presiden di Entikong pada 28 Agustus mendatang. Dia hanya berharap ada pejabat pusat yang meletakkan batu pertama pembangunan bandara itu. “Kalau Wakil Presiden kan tentatif waktunya. Mudah-mudahan saja tidak ada perubahan jadwal,” harapnya.

Sementara itu, Dewan Perniagaan dan Perindustrian Sarawak, Malaysia berencana menggelar pameran perdagangan di Pontianak 6-9 Oktober mendatang. Kadin Sarawak ini ingin lebih banyak menggaet pengusaha dan konsumen di Pontianak.

“Tujuan pokok misi perdagangan ini untuk mempromosikan perdagangan antara ahli niaga kedua negara. Khususnya di Kalbar dan Sarawak yang merupakan jiran terdekat,” ujar Konsul Malaysia di Pontianak Khairul Nazran, Jumat (29/7).

Hubungan Malaysia-Indonesia, menurut Khairul sangat baik, begitu juga di bidang perdagangan. Pada Mei saja, ekspor dari Sarawak ke Kalbar mencapai USD55 juta dan dari Kalbar ke Sarawak sebesar USD46 juta. Pelaksanaan pameran yang digelar Kadin Sarawak ini juga mendapat dukungan dari Konsul Indonesia di Kuching serta Konsul Malaysia di Pontianak. Karena dengan begitu dinilai dapat lebih mempererat hubungan kedua negara. “Berlandaskan hubungan pertalian bilateral Sosek Malindo selama lebih 25 tahun, kami mendukung kegiatan ini,” ujar Khairul.

Chairman Sosek Malindo / BIMP-EAGA Committe, Datuk Salleh Sulaiman mengatakan, pameran akan dilaksanakan di Ayani Mega Mal. Panitia awalnya menyiapkan 30 stand, semuanya sudah habis. Kemungkinan stand ditambah karena banyak permintaan dari Sarawak untuk ikut dalam kegiatan ini.

Meski pameran perdagangan, Kadin Sarawak tidak hanya menggelar pameran bisnis. Ada juga pameran pendidikan, pariwisata, properti, dan kesehatan. “Misalnya kesehatan, di Rumah Sakit Normah Kuching sebagian besar pasiennya dari Indonesia. Begitu juga pendidikan, banyak pelajar Indonesia sekolah di Malaysia,” ujarnya.Kepala Bidang Kerja Sama Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerja Sama Kalbar, Manto Saidi menambahkan, walau kegiatan ini dilaksanakan oleh kedua Kadin, tapi Pemerintah melalui Pemprov Kalbar mendukungnya. “Pemda telah memayungi kegiatan ini. Sebelumnya dari Kadin Sarawak sudah menghadap Wakil Gubernur Kalbar,” katanya. (Ayef S/Iskandar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar