Rabu, 27 Juli 2011

KUNKER DEWAN KURANG MANFAAT

MEDIA PUBLIK-TANJUNG. Sekretaris DPRD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabalong, Kalsel Birhasani mengatakan, dari Rp 5 miliar lebih anggaran kunjungan kerja 30 anggota DPRD Bumi Saraba Kawa Tabalong ini, sampai Juli ini sudah digunakan 50 persen lebih. Atau sekitar Rp 2,4 miliar. “Belum digunakan seluruhnya. Baru sekitar 50 persen dari anggaran,” katanya beberapa waktu lalu. Anggaran sebesar itu sudah dihabiskan untuk tugas kunjungan kerja ke berbagai daerah. Diantaranya, ke Palembang Sumatera Selatan, Pontianak Kalimantan Barat, dan Bengkulu, Manado Sulawesi Utara, Pekan Baru dan Mataram. Selebihnya, Pulau Bali dan Medan Utara. Selain melakukan study banding untuk penetapan peraturan daerah. Keberangkatan anggota DPRD juga untuk mengetahui seberapa jauh penerapan peraturan ke masyarakat tersebut. “Pembahasan tarif PDAM dan restribusi pernah menjadi bahan kunjungan,” ungkapnya.

Namun, jelas Birhasani, kunjungan kerja tersebut belum termasuk kunjungan kerja komisi. Baik komisi 1,2,3 dan 4. Masing-masing keluar daerah sesuai tugas dan perannya sebagai wakil rakyat. Data kepergiannya terdiri dari, Jakarta, Bandung, Bali, Batam dan Makasar. Ditambah, Barito Utara, Gerogot, serta Bangka Belituing, tempat film lascar pelangi juga dikunjungi.

Dari semua kunjungan kerja DPRD tersebut, Birhasani berharap dapat mengoptimalkan kerja 30 wakil 200 orang warga derah paling utara Kalsel, sehingga lebih matang perda lebih matang. Namun, juga tidak boleh focus pada satu pekerjaan saja, tetapi juga harus aktif. “Aktifnya bisa dilakukan dengan membawa proposal jika ingin bertemu DPR pusat. Melobi program kerja untuk pembangunan daerah,” katanya.

Salah satu petinggi LSM Aliansi Pengawas Korupsi (APEK) Badrul Ain menanggapi, "Jika kunker itu menghasilkan sebuah kemajuan untuk daerah yang diwakili maka itu suatu hal positif untuk masyarakat, akan tetapi jika kunker tersebut tidak menguntungkan untuk kemajuan daerah hal demikian sangat nista dan mubajir yang hanya mementingkan kepentingan pribadi mereka red anggota DPRDnya".

Ditambahkannya, "Selama ini dari pengamatan lembaga kami, kebanyakan kunker dewan tersebut hanya bersifat menghambur-hamburkan uang rakyat saja, kenapa hampir 99,9 persen tidak menghasilkan untuk kemajuan daerah dan bahkan mereka hanya bersifat jalan-jalan dengan memakai uang rakyat itu"., ungkapnya kepada wartawan Media Publik. (Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar