Kamis, 17 Mei 2012

Antara Kalam dan Pendapat


Oleh: Andi Nurdin, SH.
Praktisi Hukum LEKEM KALIMANTAN

   Al Ghazali pernah mengatakan jika sebagai manusia kita wajib memliki pengetahuan tentang pengenalan diri, sebagai manusia.Kemudian untuk yang keduanya maka tingkat lanjutnya adalah mengenal Tuhan sebagai Pencipta diri. Ketiga manusia wajib mengenal tempat hidup manusia, yaitu dunia.Tetapi kemudian wajib pengetahuan yang ke empat adalah tingkatan dunia akhir yaitu akhirat.

   Untuk mengenal diri manusia telah banyak ilmu pengetahuan yang membahas tentang itu.Salah satunya adalah ilmu hayat atau ilmu biologi. Ternyata memang untuk hidup di dunia ini tidak hanya manusia, tetapi juga tumbuh tumbuhan, binatang, protozoa, bahkan sel masih ada yang terkecil yaitu atom. Bahkan atom di dalam fisika masih ada kehidupan di mana proton dikelilingi oleh elektron dan netron.

   Untuk mengetahui diri manusia telah menjadikan semua ilmu pengetahuan tentang itu, begitu banyak.Jika manusia tentang makan dan minumnya dan fasilitasnya, menimbulkan ilmu ekonomi. Tentang hubungan dengan benar salahnya, menyebabkan ilmu hukum dan tentang pengambilan keputusan bersama, menimbulkan ilmu politik.

   Di dalam arti yang lebih ringkas, ada IPA, Ilmu pengetahuan alam, yang berhubungan dengan fisik manusia.Karena fisik manusia berhubungan dengan unsur tanah,air,api dan angin. Sebaliknya IPS, yang berhubungan dengan bathin manusia, Ilmu Pengetahuan Sosial. Semuanya bisa dipelajari, di mana saja, kapan saja dan apa saja.Karena pengalaman hidup manusia telah menjadikan ilmu pengetahuan baik IPA dan IPS itu berkembang sampai sekarang ini.

   Sebaliknya mengenai wahyu atau kalam Tuhan, maka Tuhan memperkenalkan siapa diriNya. Sudah jelas ajaran Tuhan berdasarkan wahyu atau kalam Tuhan, yang diturunkan kepada Musa as dan Isa AS. Tetapi ternyata sekarang ini ajaran kedua nabi tersebut seperti janggal, karena memang telah terjadi penyimpangan di dalam baik kitab suci dan juga cara penafsiran dan pengamalan pengikutnya. Adalah tidak mungkin ajaran Tuhan bertabrakan logikanya antara satu dengan yang lain.Baik itu di didalam penafsiran tentang Tuhan yang maha Esa. Jika itu terjadi berarti adanya penyimpangan ayat suci dan penafsiran oleh para pemimpin agama yang bersangkutan.

   Karena satu ayat berubah akan menimbulkan dampak. Begitu juga jika satu kata berubah akan menimbulkan dampak. Begitu juga jika satu huruf berubah akan menimbulkan dampak. Itu terjadi pada agama agama terdahulu yang sebenarnya Musa AS dan Isa AS, adalah para nabi yang terdahulu yang semua nabi mengajarkan Tauhid.

   Dengan demikian diturunkan Al-Qur’an sebagai kontrol kitab suci yang terdahulu yang diturunkan kepada Muhammad SAW, yang juga mengajarkan Tauhid. Bahkan Al-Qur’an dengan berbahasa  Arab adalah kesatuan, huruf,kata dan ayat yang mampu menjelaskan dan membuka tabir Islam dan hubungannya dengan agama yang terdahulu.Begitu juga mengenai bumi dan langit.

   Dengan demikian pendapat imam,ulama atau pimpinan agama tidak bisa dikatakan sebagai kalam Tuhan. Karena pendapat rakyat atau pengikut yang bersepakat dan disyahkan oleh sekelompok orang atas nama agama, juga tidak bisa dikatakan sebagai wahyu atau Kalam Tuhan. Itu sebagai koreksi pada agama yang telah lalu. Begitu juga atas koreksi pada agama Islam. Di mana pimpinan mazhab merupakan seperti nabi atau Tuhan. Semuanya itu tidak benar atau mungkin terjadinya penyimpangan agama.

   Apalagi sekarang ini di dunia ini menurut Bintang Islami begitu banyak negara besar dan bahkan negara yang mengklim dirinya sebagai negara polisi dunia. Tetapi mereka mengadopsi ajaran yang salah sebagai kekuatan keyakinan dan budaya mereka sendiri, yang hanya mengadobsi pendapat semata, karena nafsu bersama lalu bersepakat untuk tetap memaksakan diri mereka untuk mensyahkan ketidak benaran. Saya katakan kepada mereka! Mereka tidak bisa mengalahkan negara yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedomannya! Sampai kapanpun! Di manapun! Dan Siapapun! Karena itu periksa diri dan negaramu sendiri, sebelum anda berdebat dengan Allah SWT. Sangat memalukan argumentmu dan sangat rapuh, jangan sampai kami menyaksikannya di hari kimat nanti jika kami menjadi saksi.Karena itu hanyalah menambah sakitmu sebelum masuk neraka.Itu kamu kira akan mendapat kebaikan pada sisi Tuhan, tetapi kamu hanyalah pelaksana dari ajaran yang mengadobsi pendapat semata. Pendapat yang mengatakan jika Tuhan sangat lemah, punya keluarga, anak Tuhan dan hanya orang yang percaya dengan itu menurutmu yang selamat.

   “Saya katakan jika pendapatmu untuk menciptakan negara super power untuk mempertahankan pendapat agama yang salah itu berbahaya. Itu tidak lebih dari tentara setan. Di mana iblis yang menjadi pemimpinnya! Jika anda dapat mempengaruhi pimpinan pimpinan kami, semua itu hanyalah kebodohan mereka semata. Karena saya melihat kekuatan anda sangat rapuh dan seperti sarang laba laba semata! Walaupun sepertinya angkatan darat dan Udara serta pasukan elitmu menurutmu hebat? Tetapi itu hanyalah untuk memnghancurkan dan membunuh!Itulah jalan yang menurutmu hebat, dan mendominasi dunia dengan mengatakan seperti polisi dunia. Itu omong kosong semata!”, komentar dengan semangat oleh Bintang Islami.

   Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan harus dikuasai untuk menciptakan negara super power.Dengan demikian itulah tugas abdi negara dengan segala perangkatnya.Kemudian menjamin kemakmuran di dunia juga tetap sampai keakhirat. Dengan demikian persaingan waktu dan keadaan untuk pencapaian kepemimpinan di dalam memimpin orang beriman dan Islam, akan terjadi dengan sendirinya seiring dengan waktu dan hukum alam yang mengiringi kehidupan manusia di muka bumi ini.

   Al-Qur’an adalah imam dan orang yang mengerti nilai-nilai Al-Qur’an itulah yang sepantasnya menjadi pemimpin. Tetapi mengapa pula banyak orang yang tidak jelas pengetahuannya tentang Al-Qur’an ingin maju memimpin Indonesia? Mungkin orang itu itu tidak mengenal dirinya sendiri.Sehingga untuk itu hanya melihat pendapat orang lain.
 Jika ada orang yang berpendapat bahwa bapak pantas pimpin Indonesia, dia percaya saja. Padahal pendapat itu sering salah, karena pendapat semata tanpa wahyu akan menjerumuskan orang seperti mereka yang merasa negara super power dan polisi dunia. Akhirnya hanyalah memimpin kesesatan semata.Anehnya mereka tidak melihat dan mengetahui akan hal itu!

   Karena itu mereka yang sudah termasuk dan terjebak di dalam arena permainan dunia, akan sulit keluar dan melarikan diri. Mereka yang sudah terlanjur dijadikan pemimpin, tetapi mereka tidak mengetahui diri mereka sendiri, sebenarnya serba salah.Akhirnya mereka mati dengan keraguan. Dengan demikian perlu diajari lagi di neraka.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar