Minggu, 09 Desember 2012

JOKOWI TIDAK MASUK SURVEI CAPRES ALTERNATIF





Jokowi (tiga dari kanan) saat silaturrahmi dengan tokoh masyarakat (foto: Heru/Okezone)
Jokowi (tiga dari kanan) saat silaturrahmi dengan tokoh para masyarakat
BERITA MEDIA PUBLIK - JAKARTA - Kader PDIP, Joko Widodo yang belakangan begitu fenomenal karena berhasil menduduki kursi gubernur DKI Jakarta, tak masuk dalam survei capres muda alternatif yang digelar Institute Survei Indonesia (INSIS). Ada lima politikus muda PDIP yang dinilai responden layak maju sebagai capres altenatif.

Mereka yakni Budiman Sudjatmiko, Maruarar Sirait, Pramono Anung, Puan Maharani, Tjahjo Kumolo. Tentu menjadi pertanyaan, kenapa Joko Widodo yang belakangan begitu sangat dikenal tidak masuk dalam bursa capres alternatif.

Peneliti INSIS, Mochtar W Oetomo menjelaskan, survei ini dilakukan untuk melihat peran partai dalam kaderisasi. Tokoh muda yang masuk dalam seleksi survei yakni mereka yang duduk di struktur partai, usia 32 hingga 35 tahun dan memiliki basis massa. Sementara, pria yang akrab disapa Jokowi itu tidak termasuk dalam pengurus DPP PDIP.

"Kita tahu Jokowi bukan dalam struktur di PDIP. Dia tidak dikenal di PDIP, tapi lebih dikenal oleh masyarakat sebagai wali kota Solo dan gubernur Jakarta," kata dia di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (9/12/2012).

Menurutnya, proses regenerasi kader di partai politik sangat penting di era demokrasi saat ini. Kata dia, jangan sampai, wajah-wajah lama terus menghiasi bursa capres karena buruknya kaderisasi di partai politik. "Survei ini dilakukan salah satunya karena merespon dan keprihatinan terhadap buruknya kaderisasi," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, setiap penelitian ada pembatasan, untuk menentukan siapa saja tokoh yang layak masuk dalam survei. Jika tidak, survei tidak akan fokus dan memunculkan unit analisa yang luas.
"Kalau nama Jokowi masuk, di partai lain ada tokoh di luar struktur yang juga layak masuk," ungkapnya.

Mochtar menjelaskan, survei dilakukan di 33 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1.070 orang dan margin of error kurang lebih tiga persen. Survei dilaksanakan pada 16 November hingga 4 Desember 2012 dengan metode tatap muka langsung dengan panduan kuesioner.

Kata dia, survei ini dilakukan untuk melihat sejauhmana tokoh muda partai politik dikenal dan diminati sebagai calon presiden. "Tokoh muda yang kami survei adalah mereka yang berumur antara 32 hingga 55 tahun," paparnya.

Hasilnya, dari lima politikus muda PDIP, Pramono Anung dinilai reponden paling pupuler dengan perolehan suara 73,73 persen. Di posisi kedua ada Puan Maharani (71,49), Budiman Sudjatmiko (60,56 persen), Tjahjo Kumolo (60,28 persen), dan Maruara Sirait (30,37 persen).

"Pramono tertinggi karena kita tahu kiprahnya selama ini," ungkapnya.

Jika popularitas Pramono unggul atas Puan, tapi tidak soal akseptabilitas atau tingkat kesukaan responden. Sebanyak 51,02 persen responden menyukai Puan. Sementara Pramono ada di urutan kedua (49,53 persen), Tjahjo (43,08 persen), Budiman Sudjatmiko (38,13 persen), Maruara Sirait (19,34 persen).

Soal Elektabiklitas, responden cenderung lebih memilih Pramono sebagai capres muda alternatif atau sebanyak 9,25 persen. Kemudian disusul Puan (8,03 persen), Tjahjo (4,20 persen), Budiman Sudjatmiko (1,11 persen) dan Maruara Sirait (0,65 persen). Sebanyak 4,39 persen responden masih merahasiakan calon yang akan dipilih dan undecided voters 71,68 persen. (trk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar