Senin, 29 Desember 2014

PULUHAN DESA DI MUARA TEWEH TERENDAM BANJIR

BANJIR MUSIMAN : Sejumlah kendaraan melintas di jalan yang terendam banjir, kemarin. Puluhan desa di tepian DAS Barito mulai terendam akibat luapan air Sungai Barito.  


MEDIA PUBLIK - MUARA TEWEH. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat DAS Barito dan sejumlah sungai kecil meluap. Akibatnya, puluhan desa yang berada di tepian DAS Barito di Kabupaten Barito Utara (Barut) terendam. Sejumlah kendaraan melintas di jalan yang terendam banjir, kemarin. Puluhan desa di tepian DAS Barito mulai terendam akibat luapan air Sungai Barito.

Pantauan wartawan pada Minggu (28/12) pagi, banjir mulai merendam ratusan rumah warga yang berada di dataran rendah seperti di kawasan pemukiman padat penduduk dalam kota Muara Teweh. Di antaranya Jalan Merak, Dahlia, sebagian Jalan Cempaka Putih, Jalan Mawar, Jalan Panglima Batur, dan di Kelurahan Jambu, dengan ketingiaan air mencapai 50-60 cm. Sedangkan di Jalan Imam Bonjol Muara Teweh ketinggian air mencapai 60-70 cm. Warga yang rumahnya terendam banjir mulai bersiap untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Sementara warga yang rumahnya bertingkat lebih memilih bertahan. 

“Sepertinya air terus naik, tadi pagi baru sebatas teras rumah, sekarang sudah masuk ke dalam rumah, kita mulai mengantisipasi dengan membuat panggung di dalam rumah,” kata Bani, warga Jalan Sengaji Hulu Muara Teweh, Minggu (28/12).

Lantaran kawasan tempat tinggal terendam, warga terpaksa mengunakan jasa getek atau perahu jika akan beraktivitas keluar rumah.  Selain Bani, warga Sengaji Hulu lainnya, Rudi  mengatakan, apabila debit air Sungai Barito terus meninggi, dapat dipastikan dalam kurun waktu satu hari saja, puluhan rumah di daerahnya akan terendam banjir termasuk jalan.  Sementara itu, salah seorang warga Jalan Imam Bonjol Rasidah menerangkan, air sudah menggenangi rumahnya sejak tadi malam hingga 10 cm.

Banjir kiriman
Secara terpisah, Wakil Bupati Barito Utara Ompie Herby meminta masyarakat di pesisir Barito terutama di daerah rendah agar mewaspadai bajir di akhir Desember  ini.

Menurutnya, luapan sungai tersebut selain curah hujan tinggi juga  hasil kiriman dari Kabupaten Murung Raya yang merupakan hulu Sungai Barito.

Ia menambahkan, hal yang paling penting adalah meningkatkan kewaspadaan akibat luapan air. (TIM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar