Minggu, 29 September 2013

MANUSIA SUPER













Oleh:Andi Nurdin Lamudin
Praktisi Hukum dan Pengamat Sosial Budaya

Perjalanan Bintang Islami,sampai bertemu dengan seorang tokoh yang bernama Bima.kalau dikaji di dalam bahasa Arab mungkin berarti,segala yang terjadi,atau apa yang ada.Walaupun sebenarnya juga diceritakan jika Bima pernah mencari air kehidupan di dalam serat yang bernama “Dewa Ruci”.Untuk mencari air kehidupan yang abadi atau “air suci”.perjalanan Bima memasuki dunia mikrokosmos, akan membuat manusia mengerti jika simbol simbol di dalam diri manusia adalah cerminan dari makrokosmos atau kehidupan langit(makrokosmos).

Maka pertemuan Bintang dan Bima tak ubahnya pertemuan langit dan Bumi,karena Bintang adanya di langit dan sangat banyak,maka “Emha Bintang”adalah hanya satu biji pasirnya saja. Walaupun sebenarnya apa yang di alami Bintang tidaklah dapat di alami oleh Bima karena Bima belum mati,atau masih berkeliaran di muka bumi di dalam dunia pewayangan.karena itu kehidupan langit tidak dapat secara nyata dilihat.Namun hanya dengan cermin dan logika dapat melihat,itupun dengan hanya tidak terlibat langsung di dalamnya.Itu tidak ubahnya dengan istilah dengan kelahiran anak Bima yang bernama “Gatotkaca”.Melihat dengan analisa dan perumpamaan.Maka dengan demikian otak manusia yang digabungkan dengan daya cipta,dapat melihat gambaran kehidupan langit.

Dunia pewayangan memang aneh dan dinyatakan,tetapi kehidupan langit namun masih samar samar.Pewayangan memang mengacu kepada Al Qur’an di zaman ini,maka terhbunglah apa dan bagaimana dunia maya dan dream manusia di masa depan.Maka dengan demikian,Sunan Kalijaga, mengambil inisiatif,untuk memasukkan sinetron sinetron tentang Al Qur’an pada dunia pewayangan.Karena dunia pewayangan masih harus berkembang seiring dengan masih adanya manusia di muka bumi dan mengikuti perkembangan akhir zaman yang penuh dengan tanda tanya.

Padahal sebelumnya “Bintang”juga bertemu dengan tokoh tokoh imajinatif dari Barat,tentang “Superman”dan juga “Spiderman”.Di mana kemampuan tokoh manusia di dalam mencegah kemungkaran dan menyerukan tentang kebajikan.Dunia manusia yang aman dari gangguan manusia yang berkeinginan untuk menguasai penduduk bumi ini dengan jalan yang bertentangan dengan hukum kemanusiaan yang ada.para tokoh tersebutlah yang akan mewakili manusia lainnya untuk memerangi ilmu dan teknologi manusia yang menyimpang tersebut.

Tetapi bagi Bintang,hidup bukan hanya di dunia ini saja,kehidupan berlangsung terus,sehingga para tokoh tersebut memang wujud dan nyata di alamnya,karena memang merupakan cita cita atau dream manusia pada awalnya.Mereka tidak mengerti sudah jelas sekali pada Al Qur’an jika kehidupan ini pada masa lalu,sebelum tercipta langit dan bumi,dan sekarang di mana zaman komputer dan internet serta zaman TI,juga harus terus berlangsung dengan zaman yang tidak pernah mendapat gambatan yang jelas.Tetapi pasti ada dan akan terjadi. Karena itu apapun dan bagaimanapun,yang di inginkan manusia,itu semua seperti kata di dalam makna”Bima”,yaitu keinginan yang akan datang dan keinginan manusia.

Tidak ada yang tidak bermakna di dunia ini.Apapun yang dipikirkan manusia dan diceritakannya semuanya adalah repleksi dari sebuah dambaan akan kebahagiaan di masa yang akan datang.Tentang manusia super dan mampu mengatasi kehidupanj yang akan datang.Apakah itu “Wali”?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar