Satui, Media Publik
Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan(PUAP) yang merupakan program dari Kementerian Pertanian Repbulik Indonesia berjalan lancar di Desa Makmur Mulia Kecamatan Satui. Program PUAP tersebut pada tahun anggaran 2010 dan 2011 mengucurkan dana kepada masing masing Gapoktan sebesar seratus juta rupiah dan selanjutnya disalurkan kepada para petani melaui Gapoktan nya masing masing.
Gabungan Kelompok Tani Bina Karya Desa Makmur Mulia Kecamatan Satui dibawah pimpinan Marhasani juga mendapatkan kucuran dana tersebut dan langsung merealisasikan atau menyalurkan program pemerintah itu kepada para petani yang tergabung di dalam keanggotaannya. Hal ini mendapat sambutan yang baik dari para petani di Desa Makmur Mulia,seperti yang terlihat nampak antusias nya para petani menanggapi program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) ini.
Menurut Ketua Gapoktan Bina Karya, Marhasani, ketika ditemui Wartawan Media Publik pada senin (10/1) menyatakan” program PUAP ini sangat mempunyai arti dan berdampak positif bagi rekan rekan petani, sehingga para petani yang selama ini kebingungan dan kesulitan mencari permodalan dapat sedikit bernafas lega jelasnya”.
Smentara itu Rehat Suhartono yang merupakan direktur LKMA (Lembaga keuangan Mikro agribisnis) Desa Makmur Mulia ketika ditemui ditempat yang sama juga menunjukkan rasa bahagaianya dengan adanya program PUAP dari pemerintah ini,dia berharap dengan simpan pinjam yang dilakukan para rekan rekan petani di LKMA ini berjalan sesuai yang diharapkan sehingga nantinya juga lebih meringankan para petani untuk mengembangkan usahanya dibidang pertanian.
Nampak pada hari ketika suara Kalimantan menyambangi sekretariat Gapoktan Bina Karya Desa Makmur Mulia Kecamatan Satui yang mana menempati sebagian ruangan dari kantor desa Makmur Mulia terlihat ramainya para petani melakukan transaksi simpan pinjam . menurut informasi yang berhasil dihimpun, masing masing anggota mendapat pinjaman dana bervariasi dari 1 juta rupiah hingga 2 juta rupiah per anggotanya dengan jangka pengembalian angsuran paling lambat 10 bulan.
Gapoktan Bina Karya Desa Makmur Mulia ini membawahi beberapa kelompok tani yakni, poktan mulya bersatu, karya mulia, mekar jaya dan lenipa. (Fathur)
Senin, 10 Januari 2011
Aneh, Ada Bayi Lahir Sudah Bergigi
MEDIA PUBLIK - SRAGEN. Seorang bayi yang baru saja dilahirkan menggemparkan warga dan tetangganya. Pasalnya, bayi tersebut lahir dengan ditumbuhi dua gigi depan bagian bawah.
Padahal secara logika, gigi baru bisa tumbuh setelah bayi berusia satu tahun. Kondisi aneh dan langka ini membuat kaget kedua orang tuanya. Begitu juga kerabat dan tetanggannya.
Pasangan Nur Ikhsan dan Tri Wahyuni warga Dukuh Ngoncol, Desa Nglorok, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengaku kaget setelah melihat bayi yang baru dilahirkan telah tumbuh dua gigi depan bagian bawah.
Hampir setiap hari warga sekitar menjenguk bayi langka ini untuk membuktikan informasi dari mulut ke mulut. "Ini langka dan aneh, bayi baru lahir sudah tumubuh dua gigi," jelas Sunardi, Mertua Ikhsan, Senin (10/1/2011).
Menurut Sunardi, selama hamil atau proses persalinan anaknya tidak menunjukkan keanehan atau bertingkah diluar kewajaran. Semua berjalan seperti biasa. Bayi dengan pertolongan Bidan ini lahir dengan berat badan 2,5 kilogram.
Kini sang bayi yang masih merah ini terus didatangi sanak famili maupun tetangga yang ingin menyaksikan keanehan. Menurut Ilmu kedokteran, bayi baru tumbuh gigi setelah berusia satu tahun. Hingga kini bayi tersebut belum memiliki nama.(Tim)
Padahal secara logika, gigi baru bisa tumbuh setelah bayi berusia satu tahun. Kondisi aneh dan langka ini membuat kaget kedua orang tuanya. Begitu juga kerabat dan tetanggannya.
Pasangan Nur Ikhsan dan Tri Wahyuni warga Dukuh Ngoncol, Desa Nglorok, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengaku kaget setelah melihat bayi yang baru dilahirkan telah tumbuh dua gigi depan bagian bawah.
Hampir setiap hari warga sekitar menjenguk bayi langka ini untuk membuktikan informasi dari mulut ke mulut. "Ini langka dan aneh, bayi baru lahir sudah tumubuh dua gigi," jelas Sunardi, Mertua Ikhsan, Senin (10/1/2011).
Menurut Sunardi, selama hamil atau proses persalinan anaknya tidak menunjukkan keanehan atau bertingkah diluar kewajaran. Semua berjalan seperti biasa. Bayi dengan pertolongan Bidan ini lahir dengan berat badan 2,5 kilogram.
Kini sang bayi yang masih merah ini terus didatangi sanak famili maupun tetangga yang ingin menyaksikan keanehan. Menurut Ilmu kedokteran, bayi baru tumbuh gigi setelah berusia satu tahun. Hingga kini bayi tersebut belum memiliki nama.(Tim)
Minggu, 09 Januari 2011
Kawasan Jalan Perdagangan Rawan Kejahatan
MEDIA PUBLIK - BANJARMASIN - Arus lalu lintas di Jalan Perdagangan dan Jalan HKSN Kelurahan Kuin Utara Banjarmasin Utara kini cukup ramai. Dan rentan adanya tindak kejahatan seperti copet, jambret, maupun perampasan dengan kekerasan.
Salah satu tetuha masyarakat warga Jalan HSKN RT 23 Umani, Minggu (9/1) mengungkapkan, kondisi Jalan Perdagangan dan Jalan HKSN cukup baik dan pengendara sangat padat, sebab itu diharapkan lingkungan masing-masing untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang setiap saat menimpa di kawasan tersebut.
Buktinya dalam cacatan terakhir, terdapat hampir puluhan tindakan seperti penjambretan dan perampasan, bahkan anak-anak yang sedang bermain, ternyata kalung yang melingkar di leher juga diembat. “Memang di Jalan Perdagangan dan Jalan HKSN cukup ramai,apalagi dengan jembatan baru sudah berfungsi tentu kita harus waspada untuk mengatasinya,” katanya.
Cukup banyak laporan masyarakat tentang kejahatan dapat berhasil diatasi oleh petugas kepolisian, dengan menangkap para pelakunya. “Kita berharap juga peran serta masyarakat untuk melaporkan jika ada tindak kejahatan dilingkungannya,” kata Umani. (M.M)
Salah satu tetuha masyarakat warga Jalan HSKN RT 23 Umani, Minggu (9/1) mengungkapkan, kondisi Jalan Perdagangan dan Jalan HKSN cukup baik dan pengendara sangat padat, sebab itu diharapkan lingkungan masing-masing untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang setiap saat menimpa di kawasan tersebut.
Buktinya dalam cacatan terakhir, terdapat hampir puluhan tindakan seperti penjambretan dan perampasan, bahkan anak-anak yang sedang bermain, ternyata kalung yang melingkar di leher juga diembat. “Memang di Jalan Perdagangan dan Jalan HKSN cukup ramai,apalagi dengan jembatan baru sudah berfungsi tentu kita harus waspada untuk mengatasinya,” katanya.
Cukup banyak laporan masyarakat tentang kejahatan dapat berhasil diatasi oleh petugas kepolisian, dengan menangkap para pelakunya. “Kita berharap juga peran serta masyarakat untuk melaporkan jika ada tindak kejahatan dilingkungannya,” kata Umani. (M.M)
Senin, 03 Januari 2011
Minggu, 02 Januari 2011
Suku Dayak Pegunungan Meratus
Oleh : Syahminan (Abau)
MEDIA PUBLIK - Suku Dayak Bukit atau Suku Dayak Meratus atau Dayak Banjar adalah kumpulan sub-suku Dayak yang mendiami sepanjang kawasan pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan. Selato menduga, suku Bukit termasuk golongan Suku Punan. Tetapi Tjilik Riwut membaginya ke dalam kelompok-kelompok kecil seperti Dayak Alai (Labuhan), Dayak Amandit (Loksado), Dayak Tapin (Harakit), Dayak Kayu Tangi, dan sebagainya, selanjutnya ia menggolongkannya ke dalam Rumpun Ngaju. Namun penelitian terakhir dari segi bahasa yang digunakan sub suku Dayak ini tergolong berbahasa Melayik (bahasa Melayu Lokal). Orang Banjar Hulu sering menamakannya Urang Bukit, sedangkan orang Banjar Kuala sering menamakannya Urang Biaju.
Sesuai habitat kediamannya tersebut maka belakangan ini mereka lebih senang disebut Suku Dayak Meratus, daripada nama sebelumnya Dayak Bukit yang sudah terlanjur dimaknai sebagai orang gunung. Padahal menurut Hairus Salim dari kosa kata lokal di daerah tersebut istilah bukit berarti bagian bawah dari suatu pohon yang juga bermakna orang atau sekelompok orang atau rumpun keluarga yang pertama yang merupakan cikal bakal masyarakat lainnya.
Suku Buket, nama yang dipakai oleh BPS untuk etnik ini dalam sensus penduduk tahun 2000. Di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 suku Buket berjumlah 35.838 jiwa, sebagian besar daripadanya terdapat di kabupaten Kota Baru yang berjumlah 14.508 jiwa.
Suku Bukit juga dinamakan Ukit, Buket, Bukat atau Bukut. Suku Bukit atau suku Dayak Bukit terdapat di beberapa kecamatan yang terletak di pegunungan Meratus pada kabupaten Banjar, kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru.
Beberapa suku-suku Dayak Meratus yaitu :
Dayak Pitap, di desa Dayak Pitap dan sekitarnya.
Dayak Alai terdiri atas Dayak Labuhan, Dayak Atiran dan Dayak Kiyu
Dayak Hantakan (Dayak Bukit), di desa Haruyan Dayak.
Dayak Labuan Amas
Dayak Loksado (Dayak Amandit), di kecamatan Loksado.
Dayak Harakit (Dayak Tapin), di desa Harakit dan sekitarnya.
Dayak Paramasan, di kecamatan Paramasan.
Dayak Kayu Tangi (mendiami kawasan Riam Kanan sebelum dijadikan waduk)
Dayak Bangkalaan, di desa Bangkalan Dayak.
Dayak Sampanahan, di kecamatan Sampanahan, Kotabaru.
Dayak Riam Adungan, di desa Riam Adungan.
Dayak Bajuin, di desa Bajuin.
Berbicara masalah suku asli di Kalimantan yaitu terdiri dari dua suku, yaitu Suku Banjar dan Suku Dayak. Sejarah kedua suku di Kalimantan ini adalah keterikatan darah diantara mereka, yaitu pada zaman dahulu hiduplah dua anak manusia berdua beradik, ringkas cerita mereka berdua mau mengarungi kehidupan menurut kemauan hati masing-masing, yang adik membina di daerah pedalaman mengasingkan diri dari keramaian, sedangkan sang kakak hidup tinggal di daerah perkampungan yang ramai.
Pada akhirnya kehidupan mereka tersebut terbentuklah sebuah kelompok yang kelompok si adik disebut suku dayak (tinggal di pedalaman perbukitan) dan kelompok si kakak di sebut dengan suku banjar (tinggal di tempat keramaian/perkampungan).***
MEDIA PUBLIK - Suku Dayak Bukit atau Suku Dayak Meratus atau Dayak Banjar adalah kumpulan sub-suku Dayak yang mendiami sepanjang kawasan pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan. Selato menduga, suku Bukit termasuk golongan Suku Punan. Tetapi Tjilik Riwut membaginya ke dalam kelompok-kelompok kecil seperti Dayak Alai (Labuhan), Dayak Amandit (Loksado), Dayak Tapin (Harakit), Dayak Kayu Tangi, dan sebagainya, selanjutnya ia menggolongkannya ke dalam Rumpun Ngaju. Namun penelitian terakhir dari segi bahasa yang digunakan sub suku Dayak ini tergolong berbahasa Melayik (bahasa Melayu Lokal). Orang Banjar Hulu sering menamakannya Urang Bukit, sedangkan orang Banjar Kuala sering menamakannya Urang Biaju.
Sesuai habitat kediamannya tersebut maka belakangan ini mereka lebih senang disebut Suku Dayak Meratus, daripada nama sebelumnya Dayak Bukit yang sudah terlanjur dimaknai sebagai orang gunung. Padahal menurut Hairus Salim dari kosa kata lokal di daerah tersebut istilah bukit berarti bagian bawah dari suatu pohon yang juga bermakna orang atau sekelompok orang atau rumpun keluarga yang pertama yang merupakan cikal bakal masyarakat lainnya.
Suku Buket, nama yang dipakai oleh BPS untuk etnik ini dalam sensus penduduk tahun 2000. Di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 suku Buket berjumlah 35.838 jiwa, sebagian besar daripadanya terdapat di kabupaten Kota Baru yang berjumlah 14.508 jiwa.
Suku Bukit juga dinamakan Ukit, Buket, Bukat atau Bukut. Suku Bukit atau suku Dayak Bukit terdapat di beberapa kecamatan yang terletak di pegunungan Meratus pada kabupaten Banjar, kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru.
Beberapa suku-suku Dayak Meratus yaitu :
Dayak Pitap, di desa Dayak Pitap dan sekitarnya.
Dayak Alai terdiri atas Dayak Labuhan, Dayak Atiran dan Dayak Kiyu
Dayak Hantakan (Dayak Bukit), di desa Haruyan Dayak.
Dayak Labuan Amas
Dayak Loksado (Dayak Amandit), di kecamatan Loksado.
Dayak Harakit (Dayak Tapin), di desa Harakit dan sekitarnya.
Dayak Paramasan, di kecamatan Paramasan.
Dayak Kayu Tangi (mendiami kawasan Riam Kanan sebelum dijadikan waduk)
Dayak Bangkalaan, di desa Bangkalan Dayak.
Dayak Sampanahan, di kecamatan Sampanahan, Kotabaru.
Dayak Riam Adungan, di desa Riam Adungan.
Dayak Bajuin, di desa Bajuin.
Berbicara masalah suku asli di Kalimantan yaitu terdiri dari dua suku, yaitu Suku Banjar dan Suku Dayak. Sejarah kedua suku di Kalimantan ini adalah keterikatan darah diantara mereka, yaitu pada zaman dahulu hiduplah dua anak manusia berdua beradik, ringkas cerita mereka berdua mau mengarungi kehidupan menurut kemauan hati masing-masing, yang adik membina di daerah pedalaman mengasingkan diri dari keramaian, sedangkan sang kakak hidup tinggal di daerah perkampungan yang ramai.
Pada akhirnya kehidupan mereka tersebut terbentuklah sebuah kelompok yang kelompok si adik disebut suku dayak (tinggal di pedalaman perbukitan) dan kelompok si kakak di sebut dengan suku banjar (tinggal di tempat keramaian/perkampungan).***
Sabtu, 01 Januari 2011
Sekilas Pandang Tentang Gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor
Ir. Pangeran M. Noor ditengah-tengah pejuang asal Kalimantan di Tuban
Ir. Pangeran M. Noor menempuh pendidikan mulai HIS lulus tahun 1917,
kemudian MULO lulus tahun 1921, dilanjutkan ke HBS lulus tahun 1923,
selanjutnya beliau melanjutkan Tecnise Hooge School (THS) Bandung dan tahun
1927 beliau lulus dengan gelar Insiyur. Beliau merupakan orang Kalimantan
pertama yang bergelar Insiyur, setahun setelah Ir. Soekarno.
Ditulis oleh : ASPIHANI IDERIS (Direktur Eksekutif LEKEM KALIMANTAN)
MEDIA PUBLIK - MARTAPURA. Gubernur Kalimantan Ir.
Pangeran Muhammad Noor dilahirkan di Martapura tanggal 24 Juni 1901.
Gelar pangeran beliau dapatkan karena beliau termasuk keturunan Raja Banjar
yaitu garis dari Ratu Anom Mangkubumi Kentjana binti Sultan Adam Al Watsiq Billah.
Beliau merupakan keturunan terakhir yang menggunakan gelar Pangeran, setelah
itu baru tahun 2010 melalui Musyawarah Adat Banjar, gelar Pangeran kembali di
berikan kepada Gusti Khairul saleh sebagai Raja Muda Banjar menjadi Pangeran
Khairul Saleh dan beberapa kalangan Gusti lainnya. Dan beliau juga orang
pertama menjabat sebagai Gubernur di Kalimantan. Pengangkatan Ir. Pangeran
Muhammad Noor sebagai Gubernur Kalimantan diberitakanlah lewat Surat
Kabar Borneo Shimbun di Banjarmasin dan Kandangan tentang Proklamasi
Kemerdekaan yang ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta yang isinya
tentang Undang-Undang Dasar Negara, Susunan Pemerintah dan pengangkatan Ir.
Pangeran Mohammad Noor sebagai Gubernur pertama Kalimantan.
Nama kecil beliau adalah Gusti Muhammad Noor. Sejak kecil beliau telah
terlihat cerdas, namun belaiu tidak menyombongkan diri walaupun beliau masih
termasuk keluarga bangsawan. Beliau tidak membatasi pergaulan, kawan-kawan
beliau berasal dari seluruh lapisan masyarakat.
Ir. Pangeran M. Noor menempuh pendidikan mulai HIS lulus tahun 1917,
kemudian MULO lulus tahun 1921, dilanjutkan ke HBS lulus tahun 1923,
selanjutnya beliau melanjutkan Tecnise Hooge School (THS) Bandung dan tahun
1927 beliau lulus dengan gelar Insiyur. Beliau merupakan orang Kalimantan
pertama yang bergelar Insiyur, setahun setelah Ir. Soekarno.
Pada periode tahun 1935-1939 beliau menggantikan ayahnya Pangeran
Muhammad Ali sebagai Wakil Kalimantan dalam Volksraad di masa pemerintahan colonial
Hindia Belanda .Setelah habis periode, beliau digantikan oleh Mr. Tadjuddin
Noor.
Sebelum kemerdekaan, beliau termasuk Panitia Persiapan Kemerdekaan
bersama Soekarno dan Hatta. Sesaat setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden
Soekarno menunjuk beliau sebagai Gubernur Kalimantan periode 1945-1950. Dalam
perjuangan mempertahankan kemerdekaan, beliau memilih bertempat di daerah Jawa
Tengah dan Jawa Timur, dengan alasan agar dekat dengan pemerintah pusat.
Namun seluruh operasi gerilya di Kalimantan tetap dibawah komando
beliau.
Dalam upaya tersebut beliau mendirikan pasukan MN 1001 yang terdiri dari pejuang-pejuang Kalimantan yang ada di Jawa. Pasukan MN 1001 merupakan singkatan dari Pasukan Muhammad Noor 1001 Akal. Selama aksinya, pasukan MN 1001 sering menerobos blokade Belanda pada jalur Jawa – Kalimantan. Diantara pejuang yang pernah menerobos blokade ini adalah Letkol Hasan Basry, Tjilik Riwut, dan lain-lain.
Dalam upaya tersebut beliau mendirikan pasukan MN 1001 yang terdiri dari pejuang-pejuang Kalimantan yang ada di Jawa. Pasukan MN 1001 merupakan singkatan dari Pasukan Muhammad Noor 1001 Akal. Selama aksinya, pasukan MN 1001 sering menerobos blokade Belanda pada jalur Jawa – Kalimantan. Diantara pejuang yang pernah menerobos blokade ini adalah Letkol Hasan Basry, Tjilik Riwut, dan lain-lain.
Pada saat pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945, beliau juga
berada langsung di lokasi pertempuran bersama-sama pejuang lainnya bertempur
langsung dengan Pasukan Sekutu. Diceritakan saat itu, sebuah bom meledak dekat
beliau, namun belaiu terselamatkan oleh seseorang yang mendorong badan beliau
sehingga terhindar dari ledakan bom tersebut. Sampai akhir hayat, beliau tidak
mengetahui pejuang yang telah menyelamatkannya.
Selepas dari jabatan Gubernur, Ir. Pangeran M. Noor ditunjuk sebagai
Menteri Pekerjaan Umum periode 24 Maret 1956 – 10 Juli 1959 pada Kabinet Ali
Sastromijoyo. Ketika itu beliau membuat gagasan Proyek Sungai Barito, dengan
tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DAS Barito. Proyek ini hamper
mirip dengan Proyek Mekhong, Vietnam. Proyek Sungai barito yaitu pembangunan
PLTA Riam Kanan, pembukaan persawahan pasang surut, pembukaan kanal Banjarmasin
– Sampit, pengerukan ambang Barito, dan penyempurnaan folder Alabio.
Selesai tugas di Kabinet, Ir. Pangeran M. Noor ditugaskan lagi sebagai
Anggota Dewan Pertimbangan Agung. Kemudian pada masa Gubernur Kalimantan
Selatan Aberanie Sulaiman periode 1963 – 1968 beliau ditunjuk sebagai Penasihat
Gubernur Bidang Pembangunan.
Menjelang akhir hayatnya beliau terbaring lemah di RS. Pelni Jakarta,
tetapi semangat beliau untuk membicarakan pembangunan di Kalimantan Selatan tak
pernah surut. Setiap ada tamu yang berkunjung beliau masih saja bertukar
pikiran mengenai pembangunan di banua. Bagi beliau pembangunan untuk
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat adalah identik dengan kehidupannya. Ia akan
berhenti berpikir dan berbicara akan hal itu (pembangunan) bilamana otak dan
nafasnya sudah berhenti. Saat hari-hari akhir masa hidupnya dengan kondisi
tubuh yang sudah mulai menurun, PM Noor berkata, “Teruskan . . . Gawi kita
balum tuntung“
Akhirnya, dengan ketetapan Allah Yang Maha Kuasa, Ir. Mohamad Noor,
dipanggil-Nya dalam usia 78 tahun pada 15 Januari 1979. Dimakamkan disamping
istri tercinta ibunda Gusti Aminah yang sudah mendahuluinya di TPU Karet
Jakarta. Namun atas permintaan keluarga, kerangka beliau dan isteri kemudian
dipindahkan ke Pemakaman Sultan Adam, Martapura, Kalimantan Selatan pada
tanggal 18 Juni 2010.
Sebagai penghormatan bagi Ir. Pangeran M. Noor, nama beliau diabadikan
sebagai nama PLTA di Waduk Riam Kanan, nama jalan di Desa Awang Bangkal Karang Intan, salah satu jalan Banjarmasin dan
Banjarbaru. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Banjar dan Pemerintah Propinsi
Kalimantan Selatan telah mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi beliau, namun
sampai sekarang Pemerintah Pusat belum mengabulkan. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan sederhana ini, dapat menggugah hati Pemerintah Pusat untuk menempatkan beliau sebagai Pahlawan Nasional. ***
PAN KALSEL SEDANG MEREDUP
Ada Apa dengan Partai Berlambang Matahari ini….???
MEDIA PUBLIK, Banjarmasin, Kalau kita boleh menoleh kebelakang siapa salah satu pelofor Reformasi, dialah Bapak Prof. DR. IR, H M. Rais, MA. Beliaulah pendiri partai berlambang matahari terbit yaitu Partai Amanat Nasional. Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan sebuah Partai Politik di Indonesia yang bersifat majemuk dan terbuka serta mandiri yang mana Partai Amanat Nasional (PAN) ini sangat menjunjung tinggi moralitas agama dan kemanusian yang semua itu bertujuan untuk menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajemukan material dan spiritual. Sebagaimana perwujudan dari sebuah pengakuan hak asasi manusia, cita-cita yang luhur atas kemerdikaan bangsa kita ini di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ungkap seorang petinggi DPW PAN Kalsel, SJ.A.Abdis, Kamis (29/12).
Ditambahkannya lagi, "Saat ini sangat disayangkan cita-cita luhur seorang reformasi Amien Rais tersebut telah di kotori oleh oknum-oknum PAN itu sendiri, seperti banyaknya kader-kader PAN yang tersandung hukum, pemecatan berjamaah kader-kader potensial oleh DPP PAN dari tingkat DPW sampai ketingkat DPRt garis PAN paling bawah itu sendiri, bahkan saya lihat saat ini AD-ART PAN sendiri sudah tidak dihiraukan lagi", ujar Abdis.
Lanjut Abdis, "Jujur saya sangat sedih melihat kondisi PAN Kalsel disaat ini dengan harapan saya, siapapun yang akan memimpin PAN di Kalimantan Selatan akan datang ini seyogyanya bisa mengembalikan PAN Kalsel kejati diri yang sebenarnya", katanya.
Rifka Jaya, S.Sos, MM salah satu kandidat Calon Ketua DPW PAN Kalsel ketika di wawancarai Wartawan Media Publik kemarin, Jum`at, (31/12) mengatakan, "Kita hendaknya menoleh kebelakang tentang sejarah Partai Amanat Nasional (PAN) yang berusaha memberikan perannya secara berkesinambungan untuk menggapai sebuah masyarakat yang madani yang bebas dari kesengsaraan, rasa takut dengan adanya penindasan dan kekerasan sehingga masyarakat Indonesia dapat memiliki jati diri, cerdas, berakhlakul karimah, beriman dan bertaqwa pada sang Khalik pencipta alam semesta ini," cetusnya.
Rifka Jaya yang juga Balon calon Ketua DPW PAN Kalsel menambahkan, "Saya sangat prihatin sekarang ini melihat sebuah partai yang begitu reformis, partai berlambangkan matahari tersebut sedang meredup, oleh karena itu saya merasa berkewajiban dan terpanggil untuk mencoba menatanya hingga bisa bersinar lagi, tentunya keinginan tersebut bisa dicapai apabila nantinya saya dipercayakan oleh kawan-kawan untuk memimpinnya," imbuhnya.
"Saya sangat prihatin ditengah kesemrautan PAN Kalsel sekarang ini toh masih ada yang namanya MAKLAR MUSWIL (MARMUS), mereka yang termasuk Marmus tersebut saat ini dengan giatnya melobi petinggi-petinggi DPP PAN dan seakan-akan AD/ART PAN yang penyusunannya memerlukan waktu, tenaga, pikiran dan biaya banyak tidak dihiraukannya lagi, seperti adanya seorang yang bukan kader PAN sendiri memaksakan diri dengan menghalalkan segala cara untuk merebut posisi Ketua DPW PAN dan bursa pemilihan di MUSWIL itu sendiri," ungkap Rifka.
Ditambahkan oleh Darma Jaya seorang Pengamat Politik dan Aktivis Koalisi Lintas LSM Kalimantan ketika dimintai konfirmasinya, Jum`at (31/12) menyatakan, "Sangat disayangkan PAN Kalsel sedang meredup… saya disini melihat PAN Kalsel ini meredup diakibatkan diataranya adanya beberapa kubu-kubu di internal tubuh PAN Kalsel sendiri, sehingga hal demikian mengakibatkan PAN Kalsel boleh dikatakan saat ini mundur selangkah," katanya.
Senada dengan Aspihani Ideris, MH Salah Satu Pengurus dan Diklarator DPW PAN Kalsel ketika diminta konfirmasinya, menambahkan, bahwa di akuinya bahwa PAN Kalsel sekarang dalam keadaan kurang baik, Apalagi saya melihat sesudah PAN Kalsel ini dipimpin oleh Caretaker (Mulfachri Harahap – Sahrin Husin) orang yang bukan orang daerah mengakibatkan PAN Kalsel seakan-akan tanpa memiliki arah tujuan yang jelas, intinya mereka gagal sebagai pejabat sementara memimpin PAN Kalsel dalam mengemban amanah DPP PAN, kegagalan mereka itu kalau saya lihat terdapat ketidakmampuan mereka merangkul petinggi-petinggi PAN Kalsel dalam pembenahan tersebut, bahkan saya dengar kepanitian untuk melaksanakan Musyawarah Wilayah PAN III, Streering Committee (Panitia Pengarah) dan Organizing Committee (Panitia Pelaksana) sudah beberapa orang yang mundur dari kepanitian tersebut dengan berbagai alasan yang mendasar, seperti diantaranya tidak ada kejelasan pasti tentang penetapan waktu Muswil III dilaksanakan, tandasnya, Jum`at (31/12).
Penundaan penetapan jadwal melaksanakan Musyawarah Wilayah PAN III ini saya rasa dan jelas sekali ada unsur kesengajaan dengan mempersiapkan calon Ketua DPW PAN Kalsel yang sudah direncanakan oleh mereka, dan tidak menutup kemungkinan bakal calon Ketua DPW PAN Kalsel yang disiapkan oleh mereka itu sudah ada pembicaraan yang matang dan diduga kuat bukan dari kader PAN sendiri, melainkan saya rasa benar issu yang beredar tersebut orang diluar kader PAN sendiri yaitu seseorang pimpinan partai politik di Kalimantan Selatan, ujar Aspihani.
"Jika ternyata benar issu beredar bahwa nanti adanya calon Ketua DPW PAN Kalsel yang bukan dari kader PAN sendiri, hal demikian merupakan sebuah penghianatan konstitusi garis perjuangan PAN itu sendiri, dan saya yakin kalau PAN Kalsel dipimpin oleh bukan asal kader dari PAN, PAN Kalsel akan bertambah meredup sinarnya dan tidak bisa abadi sampai habis jabatannya ke 2015 kepemimpinan orang tersebut. Akan tetapi sebagai kader PAN yang baik kita wajib berdo`a saja mudah-mudahan PAN kedepan bisa bersinar siapapun pemimpinnya," kelit Aspihani.
Bahkan informasi yang kami dapat ujar Aspihani, bahwa H Muhidin Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) orang nomor 1 di Banjarmasin inilah kandidat terkuat yang disiapkan oleh Caretaker (Mulfachri Harahap – Sahrin Husin) untuk menduduki kursi tertinggi di PAN Kalsel ini, pungkasnya seraya menutup pembicaraannya. (Kastal, 1/1/2011)
Bahkan informasi yang kami dapat ujar Aspihani, bahwa H Muhidin Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) orang nomor 1 di Banjarmasin inilah kandidat terkuat yang disiapkan oleh Caretaker (Mulfachri Harahap – Sahrin Husin) untuk menduduki kursi tertinggi di PAN Kalsel ini, pungkasnya seraya menutup pembicaraannya. (Kastal, 1/1/2011)
Langganan:
Postingan (Atom)



